Rabu, 27 Mei 2015

Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat (BAB 6)


Banyak pengusaha yang mengawali usahanya dalam situasi yang serba sulit, kondisi yang tidak pasti dan akhirnya frustasi atau bahkan hanya menunggu dan tidak melakukan apapun. Meskipun memiliki uang yang cukup banyak sebagai modal awal usaha atau modal kerja, belum tentu bisa memberikan jaminan akan kesuksesan suatu usaha. Terlebih jika modal yang dimiliki pas-pasan, bahkan mungkin tidak punya modal sama sekali. Hal ini tentu akan membuat kondisi semakin sulit.

Kita tidak perlu harus membuat usaha yang terlalu muluk-muluk. Cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya adalah mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita.

 

Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT.

 

a.       Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku uang mudah didapat, mudah di jangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan.

 

b.      Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita tidak memiliki kekurangan tertentu.

c.       Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.

d.      Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur.

 

Banyak cara untuk melihat peluang yan terjadi di sekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan misalnya :

 

a.       Mengenali kebutuhan pasar

b.      Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran.

c.       Memadukan bisnis-bisnis yang ada.

d.      Mengenali kecendrungan(tren) yang terjadi.

e.   Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.

f.        Menggunakan asumsi-asumsi yang baru )tidak baku.

 

Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peluang bisnis yang tepat antara lain :

 

1.       Tentukan tujuan besar yang hendak dicapai

2.       Buat daftar ide usaha

3.       Nilai kemampuan pribadi

4.       Pilih kriteria

5.       Membandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.

6.       Nilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang melalui riset.

7.       Tetapkan pilihan.

 

Cara Memulai Bisnis

 

Cara-cara yang dapat di lakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukanya sendiri maupun bersama teman-teman, adalah sebagai berikut :

 

1.       Memulai bisnis baru

 

Terdapat tiga bentuk usaha yang bisa dirintis oleh anda :

a.   Perusahaan milik sendiri, yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan di kelola sendiri.

b.   Persekutuan (parthership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih.

c.  Perusahan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas berdasarkan badan usaha dengan modal berupa saham.

 

2.       Membeli bisnis yang sudah ada

 

3.       Mengembangkan bisnis yang sudah ada

4.       Memilih usaha franchise

Dibawah ini kiat memilih bisnis waralaba :

1.       Kumpulkan seluruh informasi mengenai bisnis waralaba yang ada saat ini.

2.       Pilihlah jenis usaha waralaba yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan terbukti sukses dimana-mana.

3.       Sebaiknya memilih bisnis waralaba disesuaikan dengan kemampuan keuangan, minat, dan bakat.

4.       Pastikan proses usaha waralaba tersebut dapat dialihkan dengan baik kepada terwaralaba.

5.       Jangan cepat percaya dengan angka-angka keuangan yang disodorkan oleh perwaralaba.

6.       Lakukan pengamatan dan penyelidikan di lapangan terhadap gerai-gerai yang akan menjadi pilihan kita.

7.       Bagi para peminat waralaba yang bermodal terbatas, sekarang banyak waralaba lokal yang masih berskala kecil atau bahkan belum menerapkan system waralaba.

8.       Bagi kita yang jeli dan memiliki naluri bisnis tajam, sebenarnya banyak potensi usaha yang dapat dikembangkan secara waralaba.

 

Bidang Usaha dan Jenis-Jenis Badan Usaha

 

Beberapa contoh bidang usaha yang menjadi pilihan para pemula wirausahawan baru adalah :

 

1.       Usaha dibidang makanan atau kuliner.

2.       Usaha pakaian atau perhiasan.

3.       Usaha yang terkait dengan tempat tinggal.

4.       Usaha pendidikan

5.       Usaha yang terkait dengan rekreasi.

6.       Usaha pendukung atau usaha yang mempermudah orang lain menjalankan usaha.

Jenis usaha yang dapat dimasuki oleh para wirausahawan :

1.       Pertanian

2.       Pertambangan

3.       Pabrikasi

4.       Konstruksi

5.       Perdagangan

6.       Jasa keungan

7.       Jasa perorangan

8.       Jasa pendidikan

9.       Jasa transportasi

10.   Jasa pariwisata

 

Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum mendirikan organisasi bisnis adalah :

 

1.       Kebutuhan modal

2.       Risiko

3.       Pengawasan

4.       Kemampuan manajerial

5.       Kebutuhan waktu

6.       Pajak

 

Di bawah ini beberapa bentuk badan hukum usaha Indonesia dan beberapa pertimbangan untuk dapat memilih salah satu diantaranya yang paling cepat :

 

1.       Perusahaan perseorangan

Adalah merupakan perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang saja.  bentuk usaha ini memiliki karakteristik tertentu, seperti modal yang kecil, jumlah tenaga kerja yang sedikit, terbatasnya keanekaragaman produk dan jasa yang dihasilkan, dan penggunaan teknologi yang masih sederhana.

2.       Persekutuan

Merupakan bentuk legal suatu bisnis yang dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bisnis. Pembentukan persekutuan ini biasanya berdasarkan kontrak tertulis atau kesepakatan yang legal. Dalam persekutuan terdapat dua macam kategori, yaitu sekutu umum dan sekutu terbatas.

a.       Sekutu umum : yaitu sekutu yang terlibat secara aktif dalam pengelolaan usaha sehingga memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas atas kewajiban usaha.

b.      Sekutu terbatas : yaitu pihak partner tidak terlibat secara aktif dalam pengelolaan usaha.

Pesekutuan (firma) : merupakan persekutuan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan nama bersama untuk menjalankan satu bisnis. Pembentukan firma mengakibatkan tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak terbatas.

Persekutuan komanditer (CV) : merupakan suatu persekutuan antara dua orang atau lebih yan memiliki tujuan bersama mendirikan usaha. Keanggotaannya terbagi menjadi dua pihak yang memiliki tanggung jawab berbeda karena tingkat keterlibatan dalam pengelolaan berbeda.

Persekutuan lainnya,

Usaha patungan ( join venture) : merupakan suatu kerja sama antara perusahaan untuk saling memperkuat satu sama lain antara perusahaan yang melakukan kerja sam tersebut.

Sindikat: merupaka kerja sama antara dua unit usaha untuk mencapai tujuan tertentu secara  spesifik.

Kartel: merupakan persekutuan perusahaan-perusahaan dibawah suatu perjanjian untuk mencapai tujuan tertentu.

Holding company: terjadi apabila suatu perusahaan dalam kondisi yang baik secara financial kemudian membeli saham-saham dari perusahaan lain.

3.       Perseroan

Perseroan atau korporasi adalah suatu organisasi bisnis yang berbentuk badan usaha hukum, dimana tanggung jawab dan kewajiban usaha terpisah dari pemilik modalnya.

4.       Koperasi
Koperasi merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social,beranggotakan orang-orang atau badan hukum, sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan

Selasa, 19 Mei 2015

Frozen Macalatee


Nama usaha yang akan kami dirikan yaitu “Frozen Macalatee.

Usaha ini bergerak di bidang minuman ringan yang cocok untuk dinikmati semua kalangan,

Minuman segar ini sangat kaya rasa dan kaya kesehatan juga, dimana produk ini memiliki bahan

dasar berupa maca (teh), teh maca adalah jenis teh bubuk yang sering kita temui untuk penambahan

rasa pada Ice Cream, pada kesempatan kali ini teh maca ini akan kami gunakan untuk bahan dasar

minuman blend yang nantinya akan tercampur dengan susu, vanila, strowbwry dll.

Dengan berkembangnya wirausaha yang sangat pesat di indonesia, hal ini memacu kita untuk

membuat usaha yang kreatif dan beda dari yang lain. Di Jakarta jarang sekali di temui kafe yang

sederhana dan murah bagi kantong mahasiswa.

Konsumen

Target pasar yang kami inginkan yaitu masyarakat sekitar. Tempat yang akan direncanakan untuk

usaha ini yaitu di kampus dan sekitarnya.

Tempat yang akan direncanakan untuk usaha ini yaitu di kampus dan sekitarnya. Pertimbangan

kami memilih lokasi tersebut yaitu:

Ø Lokasi ini strategis, karena merupakan pusat kegiatan mahasiswa.

Ø Lokasi dekat dengan perumahan penduduk dan tempat kost para mahasiswa.

Memulai Bisnis Frozen Macalatee

Untuk menjalankan peluang bisnis ini, ada beberapa hal penting yang kita siapkan yaitu :

1.     Modal awal adalah niat kita yang bersungguh-sungguh untuk menjalankan usaha ini, tidak pantang menyerah dan siap menerima resiko yang ada.

2.     Menjalin kerjasama dengan supplier bahan baku dengan baik.

3.     Selalu lakukan pengontrolan (quality control) pada setiap bahan baku yang telah diproduksi, hal ini penting agar kualitas produk tetap terjaga dan tidak kalah bersaing dengan produk lainnya yang ada di pasaran.

4.     Selalu melihat peluang pasar yang ada, dan mengikuti selera konsumen sehingga konsumen tidak bosan dating ke kafe kita lagi.

Keuntungan Produk

Tidak dapat di pungkiri remaja atau semua kalangan yang tidak bisa lepas dari berkumpul sekedar minum dan mengobrol,.

Disinilah kita melihat keuntungan dari customer yang semakin hari semakin menginginkan ke segaran dalam hidup mereka, produk frozen Macalate pasti sangat laku di kalangan segala umur.

Kendala Bisnis

Kendala yang kami ketahui adalah baru menemukan satu supplier saja dan apabila supplier kita ada kendala tidak dapat memasok barang ke kami maka akan merugikan. Karena akan terjadi tutup took sementara.

Strategi Pemasaran

Untuk memperluas jaringan pemasaran kami. Kami mengembangkan ilmu pengetahuan kami mengenai UKM dalam seminar seminar yang ada, dan mencatat point-point yang penting untuk peningkatan usaha kami.
strategi pemasaran kami juga tak hanya di dalam kampus (kafe) namun kita juga mengedarkan produksi frozen maclate ini dalam bentuk minuman instan yang bisa di nikmatin dimana saja, dan rencana pemasarannya adalah dimulai dari warung-warung kecil terlebih dahulu.

Analisa Ekonomi

Asumsi

- Produksi sebanyak 500 cup

- Proses produksi dilakukan di rumah, tanpa menyewa tempat usaha

Modal awal peralatan Rp 6.500.000,00

Frizer Rp 100.000/bln (sewa)

bahan baku Rp 1.000.000,00+

Total Rp .7.600.000,00

Biaya produksi per hari Rp. 1.600.000

Oset per hari 10000@x 500 Rp. 5.000.000

Pengusaha Muda Kuliner Unik Yang Mendunia


Pengusaha Muda Kuliner Unik Yang Mendunia — Hidup itu ibarat roda, kadang berada di atas, kadang juga bisa tergelincir ke bawah. Namun ketekunan yang diiringi dengan semangat dan strategi adalah awal dari kesuksesan.


Hal inilah yang pernah dirasakan oleh seorang anak muda dari Thailand yang bernama Aitthipat Kulapongvanich atau yang akrab disapa dengan sebutan Top. Kala itu di usianya yang baru menginjak 16 tahun, Top dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, bahkan dapat membeli sebuah mobil dari sumber pemasukannya yang berasal dari transaksi jual beli karakter dan equipment game online.

Betapa mudahnya ia mendapatkan uang, sampai-sampai fokusnya pada bisnis ala virtual tersebut malah mengganggu prestasinya di sekolah. Masa-masa keemasan itu ternyata tidak bertahan lama. Suatu hari ia menemukan akun game online nya sudah ditutup oleh pengelola karena dianggap melakukan penyalahgunaan dengan tujuan komersial.

Masa-masa sulit akhirnya menerpa kehidupan seorang Top. Bisnis elektronik yang ingin dijalankannya harus gagal total karena ternyata barang-barang elektronik yang dibelinya dalam jumlah banyak tersebut adalah barang reject. Top kemudian merintis bisnis kacang goreng yang sempat laris manis ketika ia membuka sebuah outlet di mall. Namun bisnis tersebut lagi-lagi harus tersendat karena pihak pengelola merasa dirugikan oleh proses penggorengan kacang yang merusak langit-langit bangunan.

Kegagalan tersebut diperparah dengan kebangkrutan sang ayah dengan nilai utang yang sangat fantastis. Ketika seluruh anggota keluarga memutuskan untuk pindah ke Cina, Top justru memilih untuk tetap tinggal di Thailand bersama sang paman untuk mencari ide bisnis yang baru.

Top dan pamannya kemudian terinspirasi untuk membuat cemilan rumput laut goreng. Berkali-kali eksperimen dilakukannya untuk mendapatkan tekstur dan rasa rumput laut goreng yang sempurna. Meski awalnya ia dan sang paman berhasil menjajakan produk kulinernya di mall, hal itu tidak membuat Top cepat puas. Ia lantas membidik kerjasama dengan salah satu waralaba convenience store terbesar di dunia, 7-Eleven.

Standar perusahaan 7-Eleven yang tinggi membuat rumput laut goreng buatan Top berkali-kali mendapatkan penolakan. Namun akhirnya kreativitas dan inovasi Top untuk melakukan perbaikan produk disambut hangat oleh pihak 7-Eleven. Rumput laut goreng yang dinamai Tao Kae Noi itu sukses dipasarkan di 6000 cabang 7-Eleven yang tersebar di 27 negara. Kini produk kuliner unik itu telah membawa Top menjadi pengusaha muda dengan penghasilan ratusan milyar per tahun.

Tak hanya itu saja, ia juga membawahi ratusan ribu orang pekerja dan 100 cabang di berbagai negara serta lahan rumput laut yang tersebar di Korea Selatan. Yang menarik, kisah sukses Top tersebut juga telah diabadikan dalam sebuah film berjudul “The Billionaire” atau yang di Thailand lebih dikenal dengan judul “Wai Roon Pun Lan”.

Pelajaran Yang bisa dipetik Dari Perjalanan Hidup Top

Inspirasi usaha yang dapat diperoleh dari kisah tersebut adalah bahwa #bisnis kuliner merupakan salah satu peluang bisnis yang menjanjikan bila dikelola secara tepat dan teliti. Meskipun demikian, bukan berarti menjalankan bisnis kuliner menjadi hal mudah yang dapat dilakukan oleh semua orang. Perlu trik-trik khusus agar dapat menjaga kesetiaan para pelanggan dan menarik keingintahuan para calon pelanggan baru. Trik-trik tersebut diantaranya adalah:

Lakukanlah Inovasi Tanpa henti

Tren kuliner senantiasa mengalami perkembangan dan perubahan. Seiring perubahan tren tersebut, masyarakat juga akan mulai memiliki selera baru terhadap produk tertentu. Sehingga anda harus lebih teliti dan jeli untuk membuat inovasi produk. Misalnya, bila anda memiliki bisnis keripik singkong super pedas, berinovasilah untuk mengikuti tren hidup sehat yang sedang diminati masyarakat. Misalnya dengan membuat produk dengan bahan baku organik yang sehat, bergizi dan bebas pestisida.

Jangan Lupa Berpromosi

Promosi merupakan salah satu hal yang menunjang kesuksesan bisnis kuliner. Bila promosi dari mulut ke mulut atau via social media dirasa masih kurang mendukung, coba lakukan promosi secara lebih intens lagi. Anda dapat melakukan promosi dengan membagi-bagikan tester produk gratis atau membuka outlet di tempat-tempat yang ramai dikunjungi orang. Dan jangan pelit-pelit untuk memberikan bonus pada para pelanggan yang setia dengan produk kuliner anda.

Perluaslah Networking dan Target Pasar

Belajar dari sosok Top yang sukses menjadi pengusaha produk kuliner, janganlah ragu untuk membidik target pasar yang lebih luas, misalnya dengan memasukkan produk anda di supermarket, convenience store atau gerai kuliner terkenal. Walaupun terkesan muluk-muluk, bukan mustahil hal ini adalah langkah yang tepat untuk mengembangkan bisnis kuliner Anda.

 

Orang Cacat Yang Sukses - Irma Suyanti


Orang cacat yang sukses tokoh berikut ini sangatlah luar biasa dan bermental baja. Keterbatasannya tidak menghalangi untuk mencapai kesuksesan. Beliau adalah pengusaha penyandang cacat yang mempunyai karyawan hampir 2.500 orang. Wow ... angka yang sangat fantastis bagi kebanyakan orang normal lainnya. Bisa anda bayangkan bagaimana kerja keras dan keuletan beliau dalam memimpin perusahaannya mulai dari nol.

Tokoh orang cacat yang sukses ini sangatlah wajib untuk diangkat dan disejajarkan pada kalangan pengusaha sukses Indonesia karena kisah perjalanan beliau yang sangat inspiratif sekali. Besar harapan saya, pembaca sekalian bisa mengambil hikmah di dalam isi artikel pengusaha sukses Indonesia ini. Selanjutnya mari kita simak kisah perjalanan dan liku-liku tokoh pengusaha sekses ini.


Irma Suyanti

Peyandang cacat adalah orang-orang yang selalu terpinggirkan, peminta-minta, pelengkap kehidupan maupun hal-hal yang serba kurang mengenakkan yang didapatkan. Hal itulah yang selama ini kita lihat dalam keseharian. Setiap kali kita berkendara di lampu merah, biasanya disitulah mereka mangkal untuk sekedar meminta belas kasihan pengendara yang lewat. Jika ada suatu kabar berita / cerita tentang penyandang cacat yang sukses besar, ah itu khan hanya dalam cerita yang telah didramatisir.Jika pemikiran saudara seperti kalayak banyak kayak di atas, bersiap-siaplah untuk menanggung malu dan kecewa berat. Karena hal itu tidak pernah terjadi pada diri IRMA SUYANTI. Seorang penyandang cacat lumpuh kaki akibat polio ini. Suami dari Agus Priyanto ini mampu memutar balikkan keadaan yang selama ini ditasbihkan pada diri seorang penyandang cacat.

Melawan keterbatasan, ketidakadilan, pencibiran dan pelecehan
Saya beberapa kali menyimak secara detail wanita lulusan SMA 1 Semarang ini, melalui acara stasiun televisi maupun media online. Irma Suyanti mampu melawan terhadap keterbatasan, ketidakadilan, pencibiran maupun pelecehan yang selama ini disandangkan kepada sesamanya.

Sejak tahun 1999, selepas menikah dengan Agus Priyanto (seorang penyandang cacat juga), berusaha untuk melawan keterbatasannya melalui usaha mandiri yang bermanfaat. Ia berusaha memanfaatkan potongan-potongan kain (kain perca) menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan mempunyai daya guna yang lebih. Ia dibantu oleh suaminya membuat usaha keset dari kain perca yang didapatkan dari penjahit-penjahit dilingkungannya. Ditangan Irma dan suaminya, kain perca ini disulap menjadi keset yang menarik.

Pada awalnya, untuk pemasaran ia`pun menawarkan produknya kepada tetangga-tetangganya yang membutuhkan dan dijual ke pasar terdekat. Mungkin bias saja terjadi, pada saat awal melakukan pemasaran produknya ini, pembeli hanya kasihan kepadanya, sehingga membelinya walaupun tidak membutuhkan. Terkadang hal semacam ini menjadi dilematis terhadap pembeli, karena kasihan semata. Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat Irma dan suaminya untuk berusaha. Semakin lama usahanya semakin bertambah, maka iapun tidak mampu mengatasi permintaan pelanggan. Maka selanjutnya Irma dan suaminya mencari orang untuk membantunya. Pada awalnya ia mengoptimalkan temen-teman penyandang cacat untuk membantu memproduksi. Harapannya untuk memberikan bekal terhadap teman-teman senasib agar lebih produktif.

Lambat-laun ia mampu produk yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan pasar. Sehingga produk yang dihasilkanpun semakin banyak dan semakin beragam. Tidak hanya keset saja, tetapi juga merambah produk-produk lain yang berbahan dasar kain perca. Pada akhirnya kebutuhan tenaga kerjapun harus terus ditambah untuk memenuhi kuota, sehingga harus terus menambah jumlah tenaga kerja. Hingga saat jumlah tenaga yang mengolah kain perca inipun telah mencapai 2.500 orang, dengan 150 orang di antaranya adalah penyandang cacat. Bahkan iapun menyediakan tempat menginap bagi penyandang cacat yang bekerja ditempatnya. Selain hal itu, iapun mengoptimalkan masyarakat sekitar desanya di Karangsari, Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen. Selain memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar, Irma juga melakukan pendampingan untuk produksi bagi kelompok-kelompok kerja maupun secara individual. Pendampingan yang dilakukan Irma pun pada akirnya telah menyebar seluruh Kebumen maupun Jawa Tengah.

Sejalan dengan perkembangan usahanya, akhirnya berbagai kesempatan datang menghampirinya, termasuk perhatian dari pemerintah daerah maupun propinsi. Berbagai udangan untuk mengikuti pameran produk datang padanya. Di antaranya adalah kesempatan untuk memamerkan produknya di showroom miliki Kementerian Pemuda dan Olah Raga di Jakarta. Pameran produk di Melbourn Australia bersama Kemenporapun pernah dilakukan.

Dengan adanya pengenalan produk inilah, pada akhirnya produk dari Irma tidak hanya di dalam negeri saja, tetapi mampu menembus pasar ekspor. Hingga saat ini Irma telah mampu menciptakan puluhan jenis produk dari memanfaatkan kain perca ini. Kualitaspun terus ditingkatkan demi terjaganya produk dan memberikan kepuasan pelanggan. Hingga saat ini produk yang dihasilkan telah diekspor ke Australi, Jerman, Turki dan Jepang.

Irma telah menerima banyak penghargaan, antara lain Wirausahawati Muda Teladan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (2007), Perempuan Berprestasi 2008 dari Bupati Kebumen (2008), dan Penghargaan dari Jaiki Jepang, khusus untuk orang cacat (indonesiaproud.wordpress.com/). Dan yang terakhir adalah penghargaan dari SCTV Award 2012. (sumber:kompasiana.com)

Siapa bilang orang cacat tidak bisa sukses? Anda tentunya telah membaca kisah perjalanan Irma diatas. Sekarang bagi anda yang tidak menyandang cacat seperti beliau apakah sudah puas dengan keaadan saat ini? Padahal yang cacat saja bisa sukses apalagi kita yang dalam keadaan normal tentunya kita semakin terpacu untuk bisa menjadi pengusaha yang sukses. Semoga kisah tadi bisa mengispirasi pembaca sekalian. Tambah semangat dan bisa menambah semangat pembaca dalam menjalankan bisnis usaha anda. Jaga selalu semangat kewirausahaan, salam sukses selalu!

 

 

Sumber :


6 Langkah Menjadi Wirausaha Tangguh dan Tahan Banting

Tips mengembangkan jiwa dan pola pikir sebagai wirausaha / enterpreneurship yang tangguh agar berhasil mengembangkan usaha yang dirintis.
1. Memperluas Pengetahuan.
Kebingungan yang muncul sebelum memulai usaha adalah karena tidak memiliki wawasan tentang berbagai hal dalam dunia bisnis. Untuk itu, perluaslah cakrawala pengetahuan sebelum memulai bisnis. Latihlah kekuatan diri setiap hari dengan belajar dari orang lain, mengikuti berbagai kursus, seminar atau membaca buku tentang kewirausahaan dan tokoh-tokohnya yang berhasil sehingga bisa menginspirasi dan memotivasi jiwa wirausaha.


2. Membina Networking.
Selain pengetahuan, anda juga perlu membina jaringan kerja dengan berbagai sektor yang terkait maupun tidak dengan bisnis yang akan anda tekuni, jaringan kerja ini akan memiliki andil yang besar untuk memperlancar segala urusan dalam dunia bisnis.


3. Berpikir untuk memulai bisnis yang kecil dan sederhana.
Banyak perusahan besar berkembang dari bisnis yang kecil, lalu tumbuh menjadi besar. Usaha yang tumbuh dari kecil akan cukup mendapat tempaan selama perjalanan usahanya sampai menjadi besar dan berhasil berkembang.


3. Kreatif dan Inovatif.
Ini adalah prinsip dasar yang harus dimiliki pewirausaha. Anda harus kreatif menemukan ide-ide baru yang belum tergarap atau sudah tergarap dengan inovasi. Setelah usaha berjalan, seorang wirausaha juga harus terus mengembangkan ide-ide kreatifnya untuk kemajuan usaha atau diversikasi usahanya karena selalu melihat dan mencoba peluang-peluang baru.


5. Memiliki Sikap Positif.
Memiliki sikap positif merupakan kiat sukses lain dalam memulai sebuah usaha. Yakinkan diri bahwa dengan membuka usaha, anda akam mampu memiliki penghasilan setiap hari dan lebih besar dari sebelumnya. Lupakan kelemahan-kelemahan diri yang bisa menghalangi kemajuan dalam berbisnis, bersikap sabar, tidak pantang menyerah, terus belajar dan selalu melihat permasalahan secara positif.


6. Sukses itu harus diperjuangkan dan penuh pengorbanan.
Langkah ini tidak akan membuat anda mundur kalau anda sudah berhasil mengubah midset (cara berfikir) anda. Jatuh bangun dalam dunia bisnis itu biasa. Namun sekali jatuh anda akan bangun menjadi lebih kuat. Anda mungkin akan mengalami kurang tidur, kekhawatiran gagal, sakit kepala atau maag dan menanggung risiko. Namun setelah bisa melewati semua itu anda akan terbiasa. Bersamaan dengan pengalaman dan proses belajar tersebut, anda akan lebih matang dan percaya diri menghadapi berbagai kondisi. Pengusaha sukses adalah mereka yang berhasil melewati beberapa kendala ketika bisnis mereka baru mulai dan setelah itu mampu membesarkannya, mereka adalah orang yang pantang menyerah, mampu bertahan, dan tetap bersemangat.


9 Cara Berbisnis Wirausaha Sukses

Dari semua orang banyak yang ingin bercita cita menjadi wirausaha, ada yang siap modal dan perencanaan yang rumit, ada yang sekedar gagasan aja. Namun, ada juga yang punya uang tapi bingung mau diapain, dan harus mulai dari mana. Mayoritas usahawan sukses adalah karena kelihaian dalam memulai dan memperluas usaha.

Berikut ini 9 Cara Berbisnis yang sering dipakai oleh para Wirausaha Sukses, untuk berhasil atau tidaknya tergantung upaya dan do’a kita. jadikan trik di bawah ini sebagai alternatif sebelum memulai usaha, dan menjadikannya refrensi:

1.Upaya untuk memenuhi Kebutuhan Konsumen

Ini merupakan ide bisnis yang paling umum. Misalkan saja Jika di sekitar rumah ada yang butuh jasa laundry, warnet, lauk matang, rental computer, kursus, dll, bukalah usaha yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dan sebagai kuncinya, penuhi kebutuhan konsumen, lalu berikan produk dan layanan terbaik. Usaha berdasarkan kebutuhan adalah prinsip semua jenis usaha.

2.Jual Keunikan Produk yang ditawarkan

Bila kita lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal yang bisa dikreasikan. Untuk menemukan ide peluang usaha terbaru bisa dimulai dari penemuan produk baru, teknologi, system, dan program baru. Atau bahkan menulis buku dengan ide-ide bisnis yang baru pun bisa di perhitungkan. Penemuan baru apalagi khas dan unik, sangat berpeluang menembus pasar.

3.Menduplikasi Usaha Lain

Sedangkan bagi yang kurang kreatif dan inovatif, jangan patah semangat. Masih banyak ide usaha tersebar dimana-mana, bahkan mungkin didepan mata kita. Kita cuma perlu membaca setiap peluang, mengukur potensi, dan mengambil resiko. Misalnya, disekitar rumah kita karena dekat dengan sekolah ada usaha makanan yang laris, apa salahnya menyaingi usaha tersebut, tinggal memberikan nilai dan pelayanan lebih dari usaha kita.

4.Memberi Fasilitas Tambahan

Seperti cara di atas namun diperlukan sedikit kreatifitas. Misalnya jika ingin membuka usaha warung makan, berikan penawaran harga yang kompetitif dan tempat yang nyaman untuk pembeli bercengkrama dengan pembeli lain, sehingga pembeli betah berlama-lama belanja di warung kita.

5.Jual Keterampilan

Cermati bakat setiap orang, karena itu pun bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Banyak orang berbakat bila di kembangkan dan diberikan tempat bisa dijual mahal. Tempat seperti restoran, toko-toko, salon, kursus, servis, mal, dan pasar adalah gudangnya orang berbakat. Misalnya ambil saja 2-3 orang pemangkas rambut, sewakan tempat yang bagus, alat yang lengkap, brand khusus, dan training tentang bagaimana pelayanan yang baik. Maka usaha salon yang eksklusif sudah bisa dimiliki.

6.Menjadi Agen

Sama dengan cara sebelumnya, misalnya membuka agen tenaga kerja, pembantu rumah tangga, pengisi acara hiburan, pernikahan, dll. ide bisnis seperti ini diperlukan pengalaman dan jaringan relasi yang luas. Tapi tak perlu khawatir, untuk hal ini kita bisa pekerjakan orang yang berpengalaman dibidang tersebut.

7.Menjual Barang Second

Masih belum banyak orang yang tertarik dengan jenis usaha ini. Barang second tertentu dengan nilai historis bisa mempunyai harga yang tinggi. Untuk awal memulainya kita bisa dengan berburu barang-barang bermerk asli yang sudah tidak terpakai lagi, dan menjualnya ditempat lain dengan harga special.

8.Membuka Kantor

Misalnya untuk akuntan, dokter, pengacara, notaries, ataupun konsultan. Dengan mengajak kolega dan teman seprofesi bisa diajak patungan untuk membuka kantor sendiri. Juallah skill dan pengalaman. Jika mempunyai reputasi bagus dan jaringan yang luas, janganlah takut kekurangan klien.

9.Membeli Waralaba

Bila mempunyai modal yang lumayan besar, dan tidak mau bersusah payah memikirkan produk sendiri, bisa memilih bisnis franchise (waralaba). Namun butuh kejelian membaca bisnis waralaba mana yang prospeknya potensi pasarnya bagus.

Kini banyak pilihan waralaba, dengan modal besar atau sedang-sedang saja.

Selamat berwiraswasta!

Sumber: